Dua Faktor Evolusi Inter Milan Ala Conte Berjalan Mulus, Lukaku Terlahir Kembali Berkat si Ular

Performa menawan yang dipertontonkan Inter Milan di Liga Italia tak lepas dari tangan dingin yang dimiliki oleh Antonio Conte. Pelatih Inter Milan itu berhasil memadukan deretan pemain bintang Nerazzurri menjadi kesatuan yang solid. Nerazzurri hingga pekan 27 Liga Italia bercokol di puncak klasemen lewat koleksi 65 poin.

Klub yang juga memiliki julukan si Ular itu unggul sembilan angka dari AC Milan yang berada di tangga kedua. Menawannya sepak terjang Inter Milan dalam usaha mereka kembali merajai Serie A memperoleh perhatian dari eks striker Bayern Munchen, Karl Heinz Rummenigge. Pria yang kini menjadi petinggi dari The Bavarian itu mengaku takjub apa yang dilakukan oleh Antonio Conte bersama Nerazzurri.

Pria asal jerman itu kemudian menyoroti dua aspek yang membuat evolusi permainan Inter Milan ala Antonio Conte berjalan lancar. "Stabilitas dalam penampilan dan taktik sangat menarik,” kata Rummenigge, dikutip dari laman Football Italia. "Saya takjub dengan apa yang dilakukan oleh Conte, Inter wajib berterima kasih kepadanya."

"Sekarang anda bisa melihat apa yang menjadi perubahan dari Inter Milan sejak dua tahun kedatangan Conte. Lebih lanjut, Rummenigge menyebut bahwa dua apsek yang mendasari perubahan permainan Conte berjalan lancar terlihat pada dua lini permainan Inter Milan. Nerazzurri hingga kini menjadi tim dengan penyerangan paling subur di Liga Italia.

Tak berhenti sampai di situ, Inter Milan ujuga menjadi klub dengan pertahanan tersolid kedua setelah Juventus. "Saya sangat kagum atas apa yang dilakukan Conte, ia berhasil membuat Inter Milan konsisten dan solit di pertahanan." "Tak hanya itu, penyerangan tim mereka juga luar biasa."

"Duet Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku mampu melakukannya dengan sangat baik," tambahnya. Lebih lanjut, Rummenigge memberikan pandangan soal sepak terjang Romelu Lukaku yang kini terlahir kembali bersama Nerazzurri. "Dia berbeda. Dia, secara fisik, adalah seorang raksasa. Tapi dia juga bagus dari segi teknis. Tidak hanya mengandalkan fisiknya, dia bagus,"

"Dalam laga derby, dia membuat assist yang luar biasa kepada Lautaro. Lukaku punya kemampuan teknik yang tidak terlihat banyak di Manchester United. Dia juga terlahir kembali berkat Inter," lanjutnya. Lukaku menghabiskan sebagian besar karirnya di Inggris. Ada empat tim yang perna ia perkuat, baik dengan status permanen hingga pinjaman.

Seperti Chelsea, West Bromwich Albion, Everton, hingga Manchester United. Klub terakhir ia perkuat selama dua musim. Sebelum pindah, namanya cukup sering dikritik karena tidak berkontribusi cukup banyak dalam urusan mencetak gol. Jadilah Lukaku dilepas ke Inter Milan dengan harga 80 juta euro pada tahun 2019 lalu.

Ia menjawab segala kritikan yang ditujukan kepada dirinya sewaktu masih di Manchester United dulu dengan performa apik di Inter Milan.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.