Seni Bonsai Pohon Kelapa, Dibentuk Bermacam-macam

Aneka batok kelapa bertunas dikreasikan sedemikian rupa indahnya. Tak hanya pohon beringin yang bisa dijadikan tanaman kerdil. Kali ini Pohon Kelapa, Pohon yang wajarnya tumbuh hingga 40 meter. Di tangan Herman Ronda, bibit pohon kelapa dibuatnya jadi seni hiasan. Pria paruh baya ini terampil mengukir batok kelapa pertumbuhan tunas kelapa. Dibuatnya berbagai jenis bentuk hewan bahkan kepala manusia.

Galery pembuatan bonsai kelapa ini berada di Pondok Benda Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Di rumanya ia mengkreasikan tempurung kelapa yang indah. Ada tubuh bentuk tubuh kelinci, kura-kura, burung, hingga kepala manusia lengkap dengan topinya. Ia mengkreasikan bonsai kelapa pada fase pertumbuhan tunas kelapa. Selebihnya merupakan tahap perawatan yang memakan waktu berbulan bahkan tahunan.

Bonsai merupakan teknik membuat hiasan berupa miniatur pohon. Seni tradisional China ini memerlukan kesabaran dan ketelatenan untuk membuat pohon Nampak asli namun berukuran mini.

Banyak jenis pohon yang bisa dijadikan seni bonsai. Kelapa memiliki pertumbuhan yang cukup lama. Lama pertumbuhan membuat perawatannya jadi mudah. Bentuknya yang unik memungkinkan untuk dijadikan tanaman bonsai. Ada 3 fase membuat bonsai kelapa. Proses pertumbuhan tunas, membentuk batok kelapa, dan perawatan pertumbuhan pohon kelapa.

Dengan penuh kesabaran bibit kelapa yang sudah mengering disiapkan. Buah kelapa yang layak tanam berumur 12 bulan. Kulit cokelat licin, bentuk lonjong, panjangnya 22 – 25 cm dan lebar 17- 25 cm. Benih kemudian disiapkan untuk selanjutnya pada tahap penyemaian.

Penyemaian benih kelapa dilakukan pada pot mini seukuran benih kelapa. Suhu terbaik menumbuhkan tunas adalah 25- 27 derajat. Kurang lebih selama 1 hingga 2 minggu batok kelapa akan tumbuh tunas. Penyemaian tempurung kelapa ini juga menentukan posisi bonsai kedepannya. Posisi yang diperhatikan ialah di mana akar dan tunas yang akan tumbuh. Bisa secara vertikal atau sejajar tunas dan akar.

Hal terpenting dalam pertumbuhan tunas ialah melukainya. Lakukan penyayatan tunas daun di lingkaran terluar tunas. Luka sayatan tunas ini nantinya menentukan hasil akhir bonsai. Penyayatan dilakukan saat tunas memiliki ketinggian 15 hingga 20 cm. Proses ini dilakukan secara bertahap selama 3 kali sehari.

Proses utama pembentukan bonsai ialah mengukir batok kelapa. Bermediakan pot mini tempurung kelapa dibentuk. Herman menggunakan pisau mini mengukir tempurung kelapa. Bentuk tempurung kelapa ia buat kepala manusia. Batok kelapa ia ukir menjadi raut wajah. Sabut kelapa juga turut menjadi bahan untuk membuat bentuk topi. Aksesoris tambahan dipakai pada bagian mata.

Tampilannya benar-benar mirip kepala manusia. Hasil ukiran kemudian dihaluskan dengan amplas. Bahkan dilakukan pewarnaan untuk memberikan kesan nyata.

Bonsai merupakan proses yang panjang. Rumitnya pembuatan bonsai merupakan sebuah proses pembuatan karya seni. Dibutuhkan kesabaran ekstra menentukan membuat pohon mini. Aneka bentuk bonsai berhasil Herman buat mengisi galeri di rumahnya.

Media tanamnya ada yang menggunakan tanah dan menggunakan air. Proses perawatannya membutuhkan ketelitian yang ekstra. Akar dan tunas baru akan selalu tumbuh. Akar dan daun dipotong secara berkala agar tidak menumpuk di media tanam. Pemupukan dan penyiraman juga harus rutin dilakukan agar pohon kelapa tumbuh dengan baik.

Pekerjaan pembuat bonsai mengandalkan kreativitas dan kesabaran. Keindahan, kerumitan, dan usia bonsai mempengaruhi harga jualnya. Harga jual bonsai mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.